Sepulang sekolah Fadiah sudah disambut hangat oleh bu Murni yang makan siang bersama pak Dedi di ruang makan sederhana mereka.
“Assalamualaikum, Fadiah pulang…” Ucap salam Fadiah ketika pulang sekolah.
“Waalaikumsalam, ibu dibelakang.” Jawab bu Murni atas salam Fadiah.
“Pas Pak, Fadiah pulang, kita ajak makan siang sekalian.” Sambung bu Murni kepada pak Dedi.
Fadiah pun duduk di kursi meja makan dan bergabung bersama bapak dan ibunya untuk makan siang.
Selesai makan siang, Fadiah melihat ada sebingkis makanan genduren di meja dekat lauk masakan bu Murni.
“Bu, ini dari hajatannya siapa ?” Tanya Fadiah kepada bu Murni.
Bu Murni menceritakan bahwa tetangga mereka ada yang lolos menjadi PNS, sebut saja mbak Rahayu. Mbak Rahayu terkenal cerdas, cantik, dan golongan anak orang mampu. Mbak Rahayu adalah lulusan salah satu TOP 10 Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia.
“Oh iya itu tadi dari rumah mbak Rahayu. Mbak Rahayu lolos jadi PNS nak. Dan mereka melakukan genduren kecil-kecilan ke tetangga sekitar untuk ucap syukur mereka.” Jawab bu Murni kepada Fadiah.
“Besok kalau kamu sudah gede, kamu contoh mbak Rahayu ya.” Sambung pak Dedi kepada Fadiah.
“Do’ain saja ya Pak, Bu.” Jawab Fadiah dengan tersenyum.
Kala itu Fadiah sempat membaca banyak sekali mata pencaharian yang bisa menjadi PNS, tidak hanya seorang guru yang bisa menjadi seorang abdi PNS.
“Oh iya bu, mbak Rahayu itu PNS apa ya? Kalau tidak salah beliau dulu pernah bilang katanya kuliah di jurusan kebidanan kan ya?” Tanya Fadiah kepada bu Murni.
“Iya di kebidanan tapi di daerah Papua sana nak. Karena katanya disana minim bidan-bidan semacam mbak Rahayu.” Jawab bu Murni kepada Fadiah. “Waw…. Papua…” Sambung Fadiah yang membayangkan Papua adalah daerah pedalaman, sulit sinyal, dan sulit mencari bahan makanan yang sehat.

Wah, PNS masih jadi pekerjaan idaman yaa.