Tugas Kelas Drama Indonesia [Bagian 1]

Untuk peringatan hari kemerdekaan, SMK Budi Bahasa selalu rutin menampilkan drama bertema negara Indonesia yang beragam. Bebas dan sekreatif mungkin mereka harus bisa menampilkan yang terbaik. Karena drama yang terbaik akan ditayangkan di YouTube sekolah SMK Budi Bahasa. Ternyata Caramel adalah alumni salah satu sanggar teater di Banjar.

“Teman-teman sehubungan dengan peringatan hari kemerdekaan, kira-kira enaknya kelas kita bikin drama yang konsepnya bagaiamana ya?” Tanya Adin kepada rekan satu kelasnya.

“Kita ambil beberapa anak saja, yang lainnya jadi supporter waktu kita tampil.”

“Drama yang semacam ini tidak perlu anggota yang banyak.” Ucap Caramel dengan ketus.

Ucapan Caramel membuat beberapa anak di kelas itu langsung merasa direndahkan termasuk Fadiah. Dia tidak berharap banyak untuk diajak di pentas drama itu.

“Aku kasih tunjuk ke kelian ya bagaimana kalau kita bikin drama musikal yang seperti ini?”

“Aku alumni sanggar teater.” Sambung Caramel sambil membuka vidio drama yang pernah ia peragakan.

Beberapa anak mendekat ke Caramel untuk melihat vidio tersebut termasuk Adit selaku ketua kelas dan penanggung jawab tugas drama itu.

Agnes salah satu siswi XB juga kala itu ikut menyaksikan vidio yang direkomendasikan oleh Caramel. Tapi Agnes berpendapat lain.

“Dramanya bagus sih tentang perjuangan pendidikan di Indonesia. Tapi jangan kamu ya yang jadi tokoh utamanya. Kurang cocok aja aku.” Pendapat yang disampaikan Agnes kepada Caramel.

“Maksut kamu? Aku kurang pandai memperagakan tokoh utama di drama ini?”

“Mau bikin masalah kamu sama aku?” Jawab Caramel yang langsung menantang Agnes dan membusungkan dadanya di hadapan Agnes.

“Hei, santai dulu, mundur dikit kan bisa Mel.” Jawab Agnes sambil mendorong Caramel sedikit ke belakang.

“Maksut aku begini, kalau ada yang lebih baik mending kita pakai dia buat jadi pelaku utamanya. Demi kelas kita juga biar bisa juara dan tayang di YouTube sekolah kan.” Sambung Agnes dengan penjelasannya ke Caramel.

Caramel sudah tak hirau dan langsung mematikan vidionya itu.

“Terserah lah Dit, urus saja drama ini sama anak itu.” Ujar Caramel kepada Adit.

Fadiah kala itu hanya duduk terdiam di samping Mawar. Karena kala itu bangku Fadiah sudah penuh dengan anak-anak yang menyaksikan vidio rekomendasi Caramel.

Agnes pun mengajak Adit keluar kelas dan berkata kepada Adit bahwa sebenarnya Mawar juga alumni pemain drama yang lebih handal dibandingkan Caramel.

“Jujur aku bingung, aku ken kalian semua masih belum genap satu tahun, jadi aku belum mengenal karakter kalian satu persatu.”

“Kalau kamu merekomendasikan Mawar, dan Caramel juga berniat merekomendasikan dirinya sendiri sebagai pelaku utama. Bagaimana kalau kita ajak saja semuanya yang mau jadi pelaku utama untuk di tes kepandaiannya dalam memainkan peran utama di vidio Caramel tadi?” Solusi yang diucapkan Adit kepada Agnes.

“Aku setuju sih Dit. Bisa lebih adil juga buat semuanya.” Jawab Agnes kepada Adit.

Akhirnya Adit mengumumkan kepada semua siswi kelas XB bahwa siapa saja yang mau jadi pemain utama di drama peringatan hari kemerdekaan itu boleh ikut seleksi besok sepulang sekolah di kelas XB, dan penentunya hanyalah Adit meskipun Adit bukan alumni pemain drama, setidaknya dia bisa melihat penampilan siapa yang paling layak untuk menjadi pemain utama.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *