Setelah percakapan membeli kue itu selesai. Fadiah tidak langsung pergi, dia duduk di samping sepedanya sambil mengipas wajah yang penuh dengan keringat cuan. Fadiah duduk di bawah pohon mangga sambil mendengarkan pelatihan pemberdayaan perempuan yang ada di kantor kecamatan tersebut.
“Pelatihan pemberdayaan perempuan itu apa ya maksutnya?” Tanya Fadiah lirih setelah membaca benner yang ada di panggung acara tersebut.
Kak Ilma yang sudah kembali duduk bergabung dengan rekannya, merasa kasihan melihat Fadiah duduk di bawah pohon mangga itu, sekaligus bingung juga kenapa Fadiah tidak langsung pulang setelah dagangannya habis. Kak Ilma pun akhirnya menghampiri Fadiah.
“Kamu tidak pulang? Kenapa? Apa ada saudara kamu disini?” Tanya kak Ilma kepada Fadiah.
“Oh nggak kak, aku boleh kan duduk disini sambil ikut mendengarkan acara ini?” Tanya balik Fadiah ke kak Ilma.
Melihat jawaban pertanyaan dari Fadiah kak Ilma dengan senang dan hormat mempersilahkan Fadiah untuk langsung bergabung dengan peserta yang lain.
“Astaga ternyata kamu ingin ikut menjadi partisipasi acaraku.”
Di workshop pemberdayaan perempuan itu, Fadiah dengan senang bisa mendapatkan wawasan baru, terutama cara menghargai seorang perempuan.
“Perempuan itu mahal. Tuhan menciptakannya dengan beragam. Ada yang cantik tapi tuna rungu, ada yang mohon maaf fisiknya kurang tapi kecerdasannya luar biasa, ada yang kaya tapi tidak pelit harta, dan masih banyak lagi yang lainnya ragam ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, ayo kita sama-sama saling menghargai, menghormati, dan menerima semua kekurangan ini.” Satu kalimat yang di ingat Fadiah dari yang disampaikan oleh pembicara waktu itu.
Sesampainya di rumah, Fadiah dengan senang menyodorkan uang hasil jualan kue hari itu kepada sang ibu.
“Bu, alhamdulillah hari ini laris.” Ujar Fadiah dengan tersenyum kepada bu Murni sambil menyodorkan uang hasil jualan kue hari itu.
“Alhamdulillah nak. Terimakasih ya kamu sudah mau membantu ibu.” Ucap terimakasih bu Murni kepada Fadiah.
“Sama-sama Bu.” Sambung Fadiah dengan tersenyum bahagia.

“Perempuan itu mahal.” Nah, dengerin itu para pria.