Sambil Menyelam Minum Air [Bagian 1]

Seperti biasa, setiap hari libur Fadiah selalu membantu ibunya berjualan kue.Bu Murni sudah berlangganan di beberapa warung sekitar rumahnya.

“Hari ini kue diantar kemana saja bu?” Tanya Fadiah kepada ibunya yang sedang menyusun kue di wadah jualannya.

“Ke warung bu Lastri saja. Tapi hari ini ibu buatkan lebih karena kata bu Kades hari ini ada pelatihan di kantor kecamatan.” Jawab bu Murni dengan lembut.

“Kalau begitu biar Fadiah yang keliling bu. Ibu di rumah saja istirahat ya.” Sambung Fadiah kepada bu Murni.

“Kamu beneran mau keliling sampai ke kantor kecamatan? Lumayan jauh Fadiah.” Ujar bu Murni yang sangat sayang dengan anak semata wayangnya itu.

“Sudah ibu tenang saja. InsyaAllah Fadiah kuat.” Jawab Fadiah dengan penuh semangat.

Dengan sepeda kayuh peninggalan nenek Fadiah pun berangkat meraup cuan dari kue-kue yang ditawarkannya dari warung ke warung hingga ke kantor kecamatan.

   Warung bu Lastri sudah disetor ulang kue, sekarang tinggal keliling hingga ke kantor kecamatan.

“Kue… Kue… Kue bu Murni enak… Lezat…” Teriak Fadiah sambil mengayuh perlahan sepedanya itu.

Perlahan ada juga yang membeli kue bu Murni hingga tersisa sedikit. Meskipun lelah karena kayuhan sepeda itu, Fadiah tidak patah semangat, prinsipnya kue itu harus habis sesampainya di rumah nanti. Melihat kue yang dijualnya tinggal beberapa biji saja, Fadiah pun melanjutkan kayuhan sepeda hingga ke kantor kecamatan. Dan benar saja, sesampainya di kantor kecamatan Fadiah bertemu dengan salah seorang kakak mahasiswi bernama kak Ilma, kak Ilma adalah salah satu mahasiswi kampus yang sedang mengabdi di kecamatan tersebut.

“Dek, jualan apa itu?” Sapa kak Ilma kepada Fadiah yang mendorong sepedanya menuju ke parkiran kecamatan.

“Kak ada kue, mau beli?” Jawab Fadiah dengan girang karena ada yang memperhatikan dagangan yang dibawanya.

Kak Ilma pun menghampiri Fadiah dan mencobanya membeli satu biji kue buatan bu Murni.

“Aku coba dulu beli satu ya, nanti kalau enak aku borong deh.” Ujar kak Ilma dengan sedikit gurau kepada Fadiah.

“Iya boleh kak, silahkan.” Jawab Fadiah dengan sopan serambi menyajikan kuenya ke kak Ilma.

Satu suap di mulut kak Ilma, kue itu sangat enak seperti kue mahal di caffe-caffe.

“Enak loh ini kamu sendiri yang bikin?” Tanya kak Ilma ke Fadiah.

“Oh bukan kak, ibu saya yang bikin semua kue ini.” Jawab Fadiah kepada kak Ilma.

One comment

  1. Fadiah anak yang rajin ya, sekolah sambil keliling jualan kue. Terima kasih sudah membagi cerita kamu di sini, Adin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *