[Kisah Inspiratif] Tri Handoko Doki: Delay Gratification

Note: kisah inspiratif merupakan program batch 4 di Sekolah Menulis Cantik. Cek di

https://www.instagram.com/p/DUDXS0Gkx8i/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Tri Handoko: Delay Gratification

Siapakah Kak Doki?

Tri Handoko, akrab disapa Kak Doki, adalah seorang pendidik, entrepreneur, dan petani muda. Saat ini Kak Doki sedang menempuh program doktoral di Inggris sebagai awardee LPDP.

Titik balik dalam hidup Kak Doki dimulai ketika ia menyadari bahwa situasi keluarga tak memungkinkannya untuk kuliah. Dalam kegagalan yang getir, Kak Doki kembali ke kampungnya dan bertani. Meski begitu ia tetap belajar di pagi hari. Dua tahun belajar dan bertani, Kak Doki mengikuti tes ke tiga universitas sekaligus. Pada akhirnya Kak Doki memilih kuliah S1 di Sampurna University pada jurusan pendidikan.

Dari skeptis pendidikan berubah menjadi duta pendidikan. Awalnya keluarga Kak Doki menentang niatnya untuk meraih pendidikan tinggi. Namun kini, situasi justru berbalik. Orang tua Kak Doki menjadi duta pendidikan di kampungnya; anak-anak muda di kampung terus disemangati untuk meraih pendidikan tinggi.

Anak kampung ke panggung internasional. Semasa kuliah S1, Kak Doki pernah mengikuti leadership camp di Australia. Ia juga sempat mengajar di Australia dan Switzerland. Selepas lulus S1, Kak Doki meneruskan studi S2 ke Universitas Toronto di Canada. Sekembalinya ke Indonesia, Kak Doki bekerja di perusahaan multinasional yang berpusat di Singapura.

Founder Tibra Overseas. Resah berkumpul di sudut hati Kak Doki. Mempertanyakan bisakah anak-anak Indonesia mengecap manisnya pendidikan dan pekerjaan “enak” seperti dirinya? Berawal dari keresahan, Kak Doki mendirikan Tibra Overseas. Sebuah perusahaan rintisan yang memfasilitasi anak-anak Indonesia untuk menjemput pendidikan tinggi. Ribuan murid telah merasakan dampak dari Tibra Overseas. Kampus dari berbagai belahan dunia telah bermitra dengan Tibra.

Delay gratification. Pesan Kak Doki untuk anak muda: untuk sukses, diperlukan pengorbanan besar. Pengorbanan tersebut dapat berupa menunda kepuasan sesaat seperti nonton, main, dan hura-hura. Jika kita berani menunda kepuasan sesaat, maka kita akan meraih kesuksesan berjuta kali lipat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *