Ternyata Fadiah ada di kelas XB, dimana seluruh siswa kelas X belum diarahkan ke penjuruan mereka masing-masing, tetapi masih dibekali pelajaran 4 bahasa tadi. Fadiah pun satu kelas dengan anak akuntansi, tata boga, dan multimedia. Fadiah tidak kenal satu orang pun di kelas itu, dan seperti biasa Fadiah selalu duduk di kursi paling depan untuk memudahkannya memahami materi yang akan disampaikan oleh gurunya nanti. Tiba-tiba ada satu anak perempuan dengan muka cantik dan penampilan yang sangat elegan terpaksa duduk satu meja dengan Fadiah karena memang tidak ada kursi kosong lagi, sebut namnya Caramel.
“Huft dapat kursi depan lagi.” Gerutu Caramel ketika duduk di kursi samping Fadiah.
Melihat cover Caramel yang begitu jauh dari Fadiah, mulai timbulah rasa bimbang pada Fadiah. “Perempuan ini terlihat sangat sempurna dibandingkan aku.” Ujarnya di dalam hati.
Tepat pukul 7 pagi semua diwajibkan untuk menuju ke lapangan upacara, akan ada sambutan selamat datang kepada siswa baru oleh bapak kepala sekolah. Selesainya kegiatan itu, semua siswa kembali ke kelas mereka masing-masing. Fadiah pun kebingungan untuk kembali menuju ke kelasnya, karena memang SMK Budi Bahasa sangat luas sekali.
“Aku harus ke arah yang mana ini? Sini atau sini ya tadi?” Tanya lirih Fadiah melihat jalan bercabang.
Tidak lama kemudian, dari belakang Fadiah ternyata ada Caramel dan satu gengnya.
“Minggir dong!” Ucap Caramel sambil menabrak pundak Fadiah.
“Aduhhhh.” Fadiah pun sampai hampir terjatuh karena kerasnya benturan pundak Caramel ke pundaknya.
“Berdiri di tengah jalan.” Sahut teman Caramel.
“Bingung ya cari jalan kembali ke kelas? Hahaha…” Sahut teman Caramel telat di muka Fadiah.
“Muka kayak gini bisa juga ya ternyata masuk di SMK Budi Bahasa.” Hinaan salah satu teman Caramel ke Fadiah pagi itu.
Tanpa berpikir panjang dan menghiraukan semua hinaan mereka. Fadiah dengan keyakinannya kembali ke kelas dengan jalan yang ia yakini meskipun harus berputar hingga beberapa kali untuk bisa sampai di kelasnya. Sesampainya di kelas nampak Caramel sudah duduk di bangkunya, diam sambil membaca buku nampak seperti buku novel. Tapi dilihat di sekelilingnya, tidak ada muka satu pun perempuan yang bersama Caramel menghina Fadiah tadi. Dari situ, Fadiah menyimpulkan bahwa Caramel memiliki teman tetapi berbeda kelas dengannya.
Beberapa menit setelah Fadiah duduk di bangkunya, ada salah seorang bu Guru yang masuk ke ruangan kelasnya dengan membawa beberapa buku.
“Anak-anak selamat pagi semuanya. Sebelumnya saya ucapkan selamat kalian semua sudah diterima di SMK ini. Dimana banyak sekali siswa-siswi di luaran sana yang ingin bersekolah di sekolah kalian ini.” Ucap bu Tutik selaku wali kelas XB kala itu.
Seperti biasa hari pertama menjadi siswa baru di SMK Budi Bahasa harus langsung ke penyampaian materi pembelajaran, jarang sekali ada jam kosong di sekolah ini. Bu Tutik langsung saja membagikan beberapa modul bahasa Indonesia kepada masing-masing siswanya.
“Karena semua sudah berpegang ke modul kalian masing-masing. Kita langsung belajar bersama-sama mendalami apa itu Bahasa Indonesia ya.” Kalimat pembuka pembelajaran materi Bahasa Indonesia pagi itu oleh bu Tutik.

Caramel jahat ya. Ada isu perundungan di sini. Good job, Adin.